Pandan Wangi, Jerowaru – Dalam rangka mendorong pertanian ramah lingkungan, kelompok KKN Bina Desa Kelompok Pandan Wangi bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur menyelenggarakan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dan insektisida hayati dengan tema “Pemanfaatan Bahan Alam untuk Pertanian Ramah Lingkungan.” Kegiatan ini dilaksanakan oleh kelompok KKN Bina Desa Fakultas MIPA Universitas Hamzanwadi di Dusun Temorok Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis Penyuluhan Pertanian (UPT PT) Kec. Jerowaru. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Temorok, Desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Rabu, 5 November 2025 yang bertujuan meningkatkan kapasitas petani serta mahasiswa dalam mengelola produksi pangan yang berkelanjutan melalui pemanfaatan bahan alam lokal.
Materi pelatihan mencakup Pembuatan pupuk organik cair berbasis bahan alami seperti limbah rumput laut, tape, dan bahan organik lokal lainnya. Selain itu, disampaikan juga materi tentang pengolahan insektisida hayati untuk mengendalikan hama secara biologis tanpa dampak negatif terhadap lingkungan, dan teknik aplikasi pupuk dan insektisida hayati yang tepat untuk berbagai jenis tanaman pertanian di Lombok Timur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, camat Jerowaru, kepala desa Pandan Wangi, Kepala UPT PT Kec. Jerowaru (Mulyadi, S.PT.), Dosen Pembimbing Lapangan (Zaotul Wardi, M.Pd.), Perwakilan Fakulas MIPA (Ahmad Rasidi, M.Pd.), kelompok KKN Bina Desa, PPL Pertanian Kecamatan Jerowaru, dan Masyarakat setempat sebagai sasaran kegiatan. Dalam sambutannya, camat Jerowaru menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap produksi pangan yang lebih berkelanjutan. “Peningkatan kapasitas petani melalui pemanfaatan bahan alam tidak hanya menyehatkan tanah dan tanaman, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem pertanian kita. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia,” ujarnya. Sementara L. Hasbullah (Ketua Kelompok KKN Bina Desa) mengungkapkan, "Saya merasa bahagia dengan kegiatan ini, karena diluar dari yang kami rencanakan bisa terjadi dimana para pemangku kebijakan berkumpul mulai dari tingkat kabupaten sampai dengan tingkat dusun, terlebih antusias masyarakat khususnya petani di Dusun Temorok ini sangat luar biasa. Semoga kegiatan ini bisa memberikan dampak kepada masyarakat dan bisa melanjutkan kebiasaan baik ini untuk kemajuan petani.
Sejumlah peserta yang hadir menilai pelatihan ini sangat bermanfaat bagi praktik pertanian mereka. “Saya sebelumnya menggunakan pupuk kimia secara dominan. Melalui pelatihan ini, saya belajar bagaimana membuat POC dari bahan lokal yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya,” ungkap seorang peserta kelompok tani. Peserta lain menambahkan, “Insektisida hayati yang diajarkan sangat relevan untuk menjaga populasi serangga beneficial tanpa membahayakan hama yang diperlukan tanaman. Praktik langsung di lapangan membantu kami memahami teknik penerapannya dengan lebih baik.”
Kelompok KKN Bina Desa dan UPT PT Kecamatan Jerowaru sebagai pihak penyelenggara juga menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi pasca acara. “Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti disini. Dokumentasi penerapan di desa binaan akan kami monitor secara berkala, dan kami akan menyelenggarakan sesi lanjutan untuk membahas perkembangan serta tantangan yang dihadapi petani,” kata Kepala UPT PT Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur.
Kegiatan ini ditutup dengan berfoto bersama seluruh peserta, kelompok mahasiswa KKN Bina Desa, Camat, Kepala UPT PT Kec. Jerowaru, PPL Pertanian, DPL dan Perwakilan Fakultas MIPA Universitas Hamzanwadi. Kegiatan ini juga disertai komitmen bersama untuk menerapkan praktik pertanian berkelanjutan di wilayah Temorok dan Desa Pandan Wangi pada umumnya. Dinas Pertanian berharap program pelatihan serupa dapat dilanjutkan secara rutin guna memperluas adopsi teknologi ramah lingkungan di sektor pertanian.
by. admin
.
