Bagik Payung Selatan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bina Desa Fakultas MIPA Universitas Hamzanwadi telah sukses menggelar salah satu program kerja unggulannya, yaitu "Pelatihan Pembuatan Eco-enzym". Mengusung tema besar “Bumi Kita, Tanggung Jawab Kita: Eco-enzyme Training for Sustainable Living,” kegiatan yang dilaksanakan pada hari Senin, 10 November 2025 ini telah menjadi langkah konkret mahasiswa dalam mengedukasi masyarakat Desa Bagik Payung Selatan mengenai pengelolaan sampah organik menjadi produk bernilai guna.
Pelatihan yang berfokus pada solusi ramah lingkungan ini mendapat sambutan luar biasa dan dihadiri oleh berbagai elemen penting di desa. Tampak hadir Kepala Desa Bagik Payung Selatan beserta jajaran pemerintah desa, para kepala dusun, dan Penyuluhan Pertanian Lapangan (PPL).
Selain itu, pilar utama komunitas, yakni ibu-ibu kader, anggota PKK, serta perwakilan dari kelompok tani, turut memenuhi lokasi pelatihan. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan keseriusan dan komitmen bersama untuk mewujudkan desa yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Dari Teori Ahli hingga Praktik Langsung
Kegiatan pelatihan dirancang secara komprehensif, menggabungkan teori dan praktik. Sesi dibuka dengan pemaparan materi mendalam yang dibawakan langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, Dr. Marhamah, M.Pd.
Dengan kepakarannya, Dr. Marhamah, M.Pd. mengupas tuntas konsep eco-enzym — cairan serbaguna hasil fermentasi sampah organik — mulai dari manfaatnya untuk mengurangi limbah dapur, hingga aplikasinya sebagai pupuk organik dan pembersih alami.
“Eco-enzym adalah solusi sederhana dari dapur kita sendiri dan dari bahan-bahan yang biasanya kita buang, namun dampaknya luar biasa untuk lingkungan," papar Dr. Marhamah, M.Pd. dalam presentasinya.
Tidak berhenti pada teori, acara dilanjutkan dengan sesi yang paling ditunggu-tunggu: praktik langsung. Para mahasiswa KKN dengan sigap mendampingi peserta yang telah dibagi per kelompok. Dengan bahan-bahan sederhana yakni kulit jeruk, gula merah, dan air, para peserta diajak langsung untuk mempraktikkan "resep" eco-enzym.
Antusiasme Tinggi, Bukti Kepedulian Warga
Suasana pelatihan menjadi sangat hidup dan interaktif saat sesi praktik dimulai. Para peserta, terutama ibu-ibu PKK dan anggota kelompok tani, menunjukkan **antusiasme yang sangat tinggi**.
Mereka tidak canggung untuk bertanya, teliti menakar bahan, dan bersemangat mengaduk larutan di dalam wadah. Tawa dan diskusi aktif terdengar di setiap kelompok, menunjukkan ketertarikan mereka untuk mengadopsi kebiasaan baru ini.
"Kami tidak menyangka kalau sampah sisa masak di dapur bisa jadi seberguna ini. Caranya juga gampang," ujar salah satu peserta dari kelompok PKK sambil menunjukkan hasil adukan ecoenzym kelompoknya.
Pelatihan ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai program kerja KKN, tetapi menjadi awal dari gerakan kolektif di Desa Bagik Payung Selatan untuk mengelola sampah secara bijak. Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN FMIPA Universitas Hamzanwadi telah berhasil menanamkan pemahaman bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab yang bisa dimulai dari langkah kecil di rumah sendiri.
by: admin
.
